Loading...

Makam Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah

Makam Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah
Terverifikasi Pariwisata Aceh Timur
Sejarah

Makam Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah

� 7,9 km dari Masjid Zadul Mu'ad
� 15 menit berkendara

Makam Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah, ulama dan sultan pertama di wilayah Peureulak, menyimpan cerita perjuangan penyebaran Islam di Aceh Timur abad ke-17. Situs ini tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi juga potensi besar sebagai tujuan wisata halal dan edukasi budaya bagi generasi muda. Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah (juga disebut Sultan Alaiddin Said Maulana Abdul Aziz Syah) merupakan salah satu sultan awal Kesultanan Peureulak, kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara. Sultan yang berasal dari keturunan Arab dan memerintah sekitar 840-864 M (225-249 H), mengubah ibu kota dari Bandar Perlak menjadi Bandar Khalifah.

 

Sultan ini menikah dengan Putri Meurah Mahdum Khudawi (atau Putri Mahdum Khudawi), putri dari Syahir Nuwi, yang memperkuat pengaruh Islam di wilayah tersebut. Selama kekuasaannya, Islam mulai menyebar luas di Perlak (Peureulak), meski ada pergolakan internal seperti perang saudara akibat perbedaan mazhab Syi'ah dan Sunni. Ia dianggap sebagai pendiri atau salah satu sultan pendiri kerajaan, yang menjadi bukti fisik penyebaran Islam di Aceh Timur sejak abad ke-9. Makamnya berada di Gampong Paya Meuligoe, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, bersama istrinya, di dalam kompleks berukir batu berukuran 4x6 meter dengan inskripsi tahun wafat 864 M. Kompleks ini dikenal sebagai Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa), sering dikunjungi untuk ziarah dan menjadi cagar budaya sejarah penting.

 

Sultan setelah Sultan Alaiddin Abdul Aziz Syah di Kesultanan Peureulak adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah. Melanjutkan dinasti awal yang berlatar belakang Arab. Penerus Selanjutnya Dikenal juga Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888–913 M), yang mempopulerkan Islam lebih luas sebelum perang saudara. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat memerintah Kesultanan Peureulak pada 1267–1292 M sebagai salah satu sultan akhir dinasti. Kontribusi UtamaIa melanjutkan kemajuan dari pendahulunya dengan mempertahankan perdagangan kayu berkualitas tinggi untuk pembuatan kapal, yang diekspor ke Arab dan India.

 

Melalui SIPAN (Sistem Informasi Pariwisata Aceh Timur), wisatawan dapat memperoleh informasi lengkap mengenai Makam Sultan Mahdum Alaidin Abdsyah, mulai dari lokasi, akses perjalanan, hingga berbagai destinasi wisata menarik lainnya di Kabupaten Aceh Timur. Sebagai platform informasi pariwisata resmi, SIPAN berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman. Let SIPAN Lead the Way dan jelajahi pesona alam Aceh Timur yang menawarkan pengalaman wisata pantai yang indah, nyaman, dan tak terlupakan.

 

 

 

Masa pemerintahannya juga menandai akhir kejayaan kerajaan sebelum kemunduran akibat wafatnya pada 1292 M.

Gunakan peta di atas untuk mempermudah rute navigasi langsung via Google Maps.

Rencanakan Liburan Anda Bersama Kami

Diskusikan rencana perjalanan Anda, akomodasi, atau mintalah penawaran khusus rute Aceh Timur kepada spesialis perjalanan kami.

Hubungi Admin SIPAN
Aman & Terpercaya

Seluruh informasi destinasi, rute, dan fasilitas pariwisata yang kami sajikan telah melalui proses verifikasi resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Timur.