Loading...

Meriam Lada Sicupak

Meriam Lada Sicupak
Terverifikasi Pariwisata Aceh Timur
Sejarah

Meriam Lada Sicupak

� 1,7 km dari Jembatan Beusa Sebrang
� 4 menit berkendara

Meriam Turki juga dikenal sebagai Meriam Lada Sicupak, merupakan peninggalan bersejarah dari hubungan diplomatik Kesultanan Aceh dengan Kesultanan Utsmaniyah (Turki) pada abad ke-16. Meriam ini ditemukan pada 12 Desember 1976 oleh Tgk Muhammad Ben Wahab di wilayah Peureulak dan pernah dipamerkan di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Panjangnya sekitar dua meter, meriam ini melambangkan perjuangan laskar Aceh melawan penjajah Portugis dan Belanda. Meriam Turki, dikenal sebagai Meriam Lada Sicupak, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Aceh yang saat ini fisiknya berada di Gampong Blang Balok Ditemukan pada 12 Desember 1976 oleh Tgk Muhammad Ben Wahab, setelah terkubur di tanah, dan kini menjadi bagian dari museum mini atau situs sejarah setempat yang pernah rusak akibat banjir. Meriam ini berasal dari Kesultanan Utsmaniyah (Turki) sebagai hadiah diplomatik kepada Kesultanan Aceh, atas pertukaran segenggam lada (secupak dalam bahasa Aceh) selama masa Sultan Selim II. Hubungan Aceh-Turki dimulai sejak era Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar (1537-1571) untuk melawan Portugis di Selat Malaka, dengan utusan seperti Panglima Nyak Dum yang membawa kembali meriam beserta ahli meriam Turki. Meriam tembaga ini memiliki panjang sekitar 2 meter dengan kaliber 19 cm, dilengkapi mahkota daun mustard sebagai ciri khas Utsmaniyah. Sebutan Meriam "Lada Sicupak" mencerminkan ukurannya yang setara segenggam lada, dan sering dipamerkan sebagai simbol persahabatan Islam serta perlawanan kolonial. Meriam Lada Sicupak memiliki peran simbolis dan historis dalam perjuangan Aceh, meskipun tidak secara langsung digunakan dalam Perang Aceh melawan Belanda (1873-1904). Meriam ini lebih dikenal sebagai bantuan militer dari Kesultanan Utsmaniyah (Turki) pada abad ke-16 untuk melawan Portugis di Selat Malaka, bukan Belanda. Dibawa oleh Panglima Nyak Dum, meriam ini melatih pasukan Aceh dalam artileri dan strategi perang laut, membantu serangan terhadap benteng Portugis. Pada masa Perang Aceh, meriam serupa (termasuk yang dirampas Belanda) menjadi inspirasi perlawanan, dengan Lada Sicupak sebagai simbol persatuan Islam dan ketangguhan Aceh. Belanda merebut banyak meriam Aceh, termasuk yang berasal dari Turki, dan memamerkannya di Museum Bronbeek. Panglima Nyak Dum merupakan panglima kesetiaan Kesultanan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda yang diutus sebagai duta ke Kesultanan Utsmaniyah (Turki) untuk meminta bantuan militer melawan Portugis. Panglima Nyak Dum sang pembawa Meriam Lada Sicupak dikenal sebagai sosok pemberani, kebal senjata, dan fasih berbahasa Arab, sehingga dipilih memimpin rombongan dengan dua juru bahasa (Arab dan India). Perjalanan panjangnya dari Aceh ke Istanbul memakan waktu dua tahun, melewati Madras, Ceylon, Bombay, Madagaskar, hingga Tanjung Harapan. Panglima Nyak Dum menyerahkan surat Sultan Iskandar Muda beserta secupak lada (dibungkus kain kuning) sebagai persembahan simbolis, meski bekal habis dijual untuk bertahan hidup selama perjalanan. Ia mempresentasikan ancaman Portugis di Selat Malaka, meyakinkan Sultan Selim II untuk memperkuat hubungan Islam, sehingga Turki mengirim ekspedisi bantuan: dua kapal perang, meriam (termasuk Lada Sicupak), 500 prajurit, dan 12 ahli militer. Dampak Hasil Diplomasi Setelah tiga bulan di Turki, ia kembali membawa bantuan tersebut, mempererat aliansi Aceh-Turki dan meningkatkan kemampuan perang laut Aceh. Diplomasi ini menjadi tonggak persahabatan kedua kerajaan, dengan Meriam Lada Sicupak sebagai saksi bisu.

 

Melalui SIPAN (Sistem Informasi Pariwisata Aceh Timur), wisatawan dapat memperoleh informasi lengkap mengenai Pantai Cemara Indah, mulai dari lokasi, akses perjalanan, hingga berbagai destinasi wisata menarik lainnya di Kabupaten Aceh Timur. Sebagai platform informasi pariwisata resmi, SIPAN berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman. Let SIPAN Lead the Way dan jelajahi pesona alam Aceh Timur yang menawarkan pengalaman wisata pantai yang indah, nyaman, dan tak terlupakan.

 

Gunakan peta di atas untuk mempermudah rute navigasi langsung via Google Maps.

Rencanakan Liburan Anda Bersama Kami

Diskusikan rencana perjalanan Anda, akomodasi, atau mintalah penawaran khusus rute Aceh Timur kepada spesialis perjalanan kami.

Hubungi Admin SIPAN
Aman & Terpercaya

Seluruh informasi destinasi, rute, dan fasilitas pariwisata yang kami sajikan telah melalui proses verifikasi resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Timur.